IPL dan ISL Semua Bermasalah

Ada dua kompetisi sepakbola sedang bergulir di Indonesia sekarang ini. Dengan permasalahan yang ada di masing-masing liga, keduanya dinilai tak ada yang lebih baik.

Kompetisi di Indonesia "pecah" seiring dengan keputusan PSSI memaksakan enam tim ambil bagian dalam kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Klub-klub yang tidak puas dengan keputusan itu lantas membuat "liga tandingan" dibawah PT. Liga Indonesia yang sudah dicabut lisensinya sebagai penyelenggara kompetisi sepakbola di Indonesia.

Sebanyak 18 klub akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Indonesian Super League (ISL) yang kemudian disebut breakaway league. Sementara PSSI menggulirkan liga resmi Indonesian Premier League (IPL) yang diikuti oleh 12 klub.

Pada perkembangannya baik klub-klub ISL maupun IPL nyatanya sama-sama bermasalah. Sebagian besar klub ini mengalami kendala pendanaan.

"Ini adalah bukti dua liga ini tidak ada yang benar. ISL tidak lebih baik dari IPL, dan juga IPL tidak juga lebih baik dari ISL," ucap wakil presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia, Bambang Pamungkas, seusai pertemuan #PesepakbolaBersatu di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (28/5/2012).

"Kedua kompetisi ini prematur dan terlihat terlalu dipaksakan," tambahnya.

Lebih lanjut lagi, pria yang akrab disapa Bepe itu melontarkan harapannya agar di musim depan hanya ada satu liga yang bergulir di Indonesia.

"Ke depannya saya berharap hanya ada satu liga yang bernaung di bawah satu federasi. Kami sebagai pemain juga akan mendukung dengan tidak akan bermain di liga yang dianggap ilegal," tegas pemain asal Persija Jakarta ISL itu.